MASKER ITU MASIH MENEMPEL DI MULUTKU
Cerita kain tipis bertali.
Menempel setia menunggu perintah
Melindungi si Empu yang punya jiwa.
Hari ini masih setia menempel di mulutku.
Biru, hijau, putih silih berganti.
Menghilangkan kesan selalu diganti.
Mskerku tak perlu mewah.
Maskerku tak perlu bermerk.
Aku hanya ingin rasa setianya.
Aku hanyaa ingin nilai fungsinya.
Masker hijau Sensi masih setia menempel di mulutku.
18 bulan, tak terasa dalam hitungan.
Bercengkerama dan bernostalgia.
Kadang selalu ikut diabadikan
Pada photo kenangan sejarah pandemi
Masker Hitm kain bertali silang.
Tak lepas dari ingatan untuk selalu di bawa.
Peneman rindu jiwa sehat yang diharap.
Masker putih Scuba yang mempesona.
Menutup wajah miris tertular
Dalam sejarah pandemi yang masih berjalan.
Masker berserakan.
Masker yang tergeletak.
Masker yang digantung.
Masker yang tersimpan rapi.
Masker yang tak boleh hilang.
Dalam cerita pandemi Covid-19.
Masker tipis.
Memberi hikmh
Masker Sensi
Menututupi paras wajah
Masker bertali
Diburu dan dicari.
Maskerku setia menempel.
Tak lepas dan tak boleh lepas.
Semoga semua akan segera berkhir.
Aamiin
Dokumentasi : Bersahabat dengan Masker di masa pandemi
#Masker






Assalamu'alaikum Wr.Wb
BalasHapusApa khabar sahabat Bamz Puisi? Semoga baik-baik saja. Aamiin.
Berbagi cerita " Masker itu Masih Menempel di Mulutku"
Yang mau berkomentar silahkan and ditunggu. Ok
Trims.